STRUKTUR PERCABANGAN
|
2:29 PM
- Pernyataan IF
Pernyataan If digunakan untuk menjalankan blok-blok kode program jika test condition yang digunakan bernilai true. Jika test condition bernilai true, maka blok-blok kode dijalankan. Jika tidak, maka blok-blok kode tersebut dilewati.
#include <iostream.h>
void main()
{
int number =5;
int guess;
cout <<"saya memikirkan sebuah angka antara 1 dan 10:"<<endl;
cout <<"silahkan masukkan tebakan anda:"<<endl;
cin >>guess;
if (guess== number)
}
cout <<"anda benar" <<endl;
}
{
Cobalah untuk menjalankan program diatas. Tanda = = disebut operator relational. Operator relational yang lain, seperti = = . !=, >, >=,<,<= digunakan untuk membandingkan 2 operand. Program di atas bisa di jalankan dengan benar, tetapi memerlukan beberapa perbaikan. Jika user memasukan 5 sebagai pilihan, maka output akan menampilkan pesan yang baik, "anda benar",. Namun, apa yang terjadi jika user memasukkan nilai yang salah (selain5)? Tidak ada. Untungnya, C++ menawarkan sebuah solusi. Pernyataan else menyediakan cara untuk mengeksekusi blok program jika kondisi true, dan mengeksekusi blok program jika kondisi true, dan mengeksekusi yang lain nya jika salah.
#include <iostream.h>
void main()
{
int number = 5;
int guess;
cout <<"saya memikirkan nilai antara 1 sampai 10"<< endl;
cout <<"masukkan tebakan nomor anda ";
cin >>guess;
if(guess == number)
{
cout << "anda benar"<<endl;
}
else
{
cout << "maaf anda salah"<<endl;
}
}
Hal yang sudah kita lakukan perubahan yang besar. Tidak memandang apakah tebakan kita benar atau salah, user akan mendapatkan tanggapan. Namun, marilah sekarang kita membuat program untuk mendekati sebuah game yang sebenar nya.
- Pernyataan IF ELSE
If (x==100)
Cout<<”x is 1000”;
Else
Cout<<”ix is not 100”;
Selain contoh di atas, perintah If else juga dapat terdiri dari beberapa kondisi bertingkat, seperti contoh berikut ini
If(x>0)
Cout<<”x is positive”;
Else if (x<0)
Cout<<”x is negative”;
Else
Cout<<”x is 0”;
Perintah diatas akan memeriksa nilai x, apabila nilai x>0 maka akan tercetak bahwa “x is positive”, sedangkan apabila tidak akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Apabila x<0 maka akan dicetak kalimat :x is negative”. Sedangkan apabila tidak, maka akan tercetak kalimat x is 0”.
- Pernyataan SWITCH
Switch case digunakan untuk percabangan yang kondisinya banyak. Sedangkan percabangan if hanya bisa untuk menangani dua kondisi yaitu TRUE atau FALSE. Tapi jika kita ingin melakukan percabangan untuk peringkat nilai, contoh nilai A = sempurna, B = bagus, C = sedang, D = kurang, akan ribet jika kita menggunakan percabangan if untuk menyelesaikan kondisi tersebut. Untuk itu mari kita pelajari percabangan switch case.
Switch Case merupakan salah satu bentuk percabangan, bentuk dari Switch-case merupakan pernyataan yang dirancang khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. Pernyataan switch-case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat. Kontruksi if - else yang bertingkat-tingkat seringkali membingungkan pembacaan alur program.
Pernyataan Switch lebih jarang digunakan dibandingkan dengan pernyataan if pada java. Tetapi lebih sering digunakan ketika kita ingin menuliskan percabangan ataupun pengambilan keputusan dengan sangat banyak pilihan. Jika pada percabangan terdapat pilihan banyak, maka perintah switch-case lebih dianjurkan daripada menggunakan if - else.
Pernyataan Switch lebih jarang digunakan dibandingkan dengan pernyataan if pada java. Tetapi lebih sering digunakan ketika kita ingin menuliskan percabangan ataupun pengambilan keputusan dengan sangat banyak pilihan. Jika pada percabangan terdapat pilihan banyak, maka perintah switch-case lebih dianjurkan daripada menggunakan if - else. Tidak dianjurkan pada pilihan yang melibatkan jangkauan (range) tetapi dianjurkan pada pilihan berupa konstanta dan banyak misalnya untuk memilih menu. Java menyediakan intruksi Switch untuk memudahkan pembacaan alur program bercabang yang sangat banyak.
Jika kamu ingat pernyataan main( ) pada program Java, pernyataan main memiliki parameter String[ ]args , dimana args merupakan argumen yang diberikan pada saat program dijalankan melalui konsol. Biasanya argumen yang diberikan berupa opsi bagaimana program harus dilaksanakan. Di sini pernyataan switch juga berguna untuk memilih bagaimana program akan berjalan.
B. Fungsi
a) Digunakan ketika kita ingin menuliskan percabangan ataupun pengambilan keputusan dengan sangat banyak pilihan
b) Digunakan ketika kita ingin menuliskan percabangan multi arah
c) Instruksi switch case digunakan sebagai instruksi pemilihan dimana aksi yang akan dilakukan bergantung pada nilai dari satu macam variabel saja.
C. Cara Program
switch(ekspresi){
case konstanta -1:
pernyataan -1;
pernyataan -2;
…..
break;
case konstanta -2:
pernyataan -1;
…..
break;
case konstanta -n:
pernyataan -n;
…..
break
default :
…..
…..
break;
}
Konsep di atas menjelaskan bawah untuk pernyataan adalah nilai yang akan diseleksi dan akan dibuat case pada setiap case untuk setiap nilai dari variable yang sesuai.
Keterangan :
case nilai: (nilai yang sama dengan variabel)
Pernyataan;
break;
Adalah pernyataan yang dikerjakan jika nilai sesuai dengan nilai variabel di dalam sebuah switch (nilai) yang diberikan.
default:
Pernyataan ;
break;
Adalah pernyataan yang dikerjakan jika nilai dari kecocokan variable nilai di switch (nilai) tidak memenuhi disetiap case nilai.
Setiap blok default maupun case harus diakhiri dengan tanda titik dua ( : ) dan break diakhiri dengan tanda semikolon ( ; ).
Pernyataan switch akan menyeleksi atau mencari sebuah kondisi yang diberikan dan kemudian akan membandingan hasilnya dengan konstanta yang berada di dalam case. Pembandingan akan dimulai dari konstanta1 sampai konstanta akhir. Jika hasil yang didapatkan sama dengan konstanta3 maka statemen pada konstanta3 akan diproses. Jika hasil tidak ada yang memenuhi kriteria dari masing-masing konstanta maka statement yang berada pada default akan diproses.
Tipe data dari pernyataan harus karakter atau integer. Default mengekspresikan statement alternatife yaitu jika nilai yang dimasukan tidak sesuai dengan nilai nilai konstan yang telah didefinisikan.
Break berfungsi sebagai statement peloncatan atau untuk mengakhiri statement. Apabila tidak ada break, komputer akan mengeksekusi intruksi yang berada di bawahnya walaupun berada di case yang berbeda. Contohnya, misalnya hasil yang kita dapatkan akan memproses konstanta1, apabila pada case konstanta1 tidak ada break, maka statement2 pada case konstanta2 sampai case konstanta3 akan ikut di proses. Maka dari itu apabila menggunakan Switch Case , jangan lupa untuk menulis break pada akhir statemen.
D. Perbedaan Antara struktur IF dengan Switch
Walaupun memiliki tujuan yang hampir sama, namun struktur if dan switch memiliki perbedaan yang mendasar. Di dalam struktur switch, kondisi logika hanya akan diperiksa satu kali saja, yaitu pada awal perintah switch, dan hasilnya dibandingkan dengan setiap case. Akan tetapi di dalam struktur if, setiap kondisi akan selalu diperiksa. Sehingga jika anda memiliki struktur percabangan yang banyak, struktur switch akan lebih cepat dieksekusi.
Namun disisi lain, switch memiliki keterbatasan dalam jenis operasi perbandingan yang dapat dilakukan. Operasi perbandingan di dalam switch terbatas untuk hal-hal sederhana seperti memeriksa nilai dari sebuah variabel.
Struktur switch tidak bisa digunakan untuk percabangan program dengan operasi yang lebih rumit seperti membandingkan 2 variabel. Kita tidak bisa menggunakan switch untuk membuat kode program menentukan nilai terbesar seperti contoh pada tutorial if sebelum ini. Untuk kebanyakan kasus, kita akan sering menggunakan if dibandingkan switch.
Sumber
Dasar pemrograman c++,Hanil Al Fatta,S.kom./penerbit:Andi Yogyakarta/
http://constantac.blogspot.co.id/2017/03/pengertian-dan-contoh-pecabangan-c.html
http://weweweprodiinformatika.blogspot.co.id/2015/12/switch-case.html


0 comments:
Post a Comment